Rabu, 11 Desember 2013

Sahabatku.... Maafkan aku

Bismillahirromanirrohim

" Maaf, nomor yang anda tuju di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi"

Dari kejauhan  hanya itu yang terdengar, tak ada lagi nada jawaban. Tiara baru teringat, beberapa hari yang lalu Santi pamit....." Aku pergi ya .."

Kini baru terasa sunyi ruang di hati Tiara......" aku benar-benar kehilanganmu, sahabatku" Lirih Tiara. Tiara terpaku, pikiran terbang melayang pada sosok sahabatnya yang bertahun-tahun selalu ada dekat dengannya, yang selalu ada untuknya disaat dia membutuhkannya, yang selalu setia mendengarkan keluhan-keluhannya.

Tiara teringat dengan apa yang telah dia lalui bersama Santi, sahabatnya. Disetiap dia menghadapi masalah, hanya Santi yang dia cari. Dengan sabar Santi selalu mendengarkan semua keluhannya, Santi bagaikan buku harian bagi Tiara. Setiap yang dia alami selalu di tuliskan disitu, tak ada yang terlewati, semua tercatat rapi, dan Santi menjaganya dengan baik amanah itu.

Tiara baru menyadari, jika selama ini hanya dialah yang selalu curhat pada Santi, sementara dia tidak banyak tahu dengan yang dialami sahabatnya Santi. Oh Tuhan, ternyata selama ini aku hanya menyayangi diriku sendiri. Santi selalu aku hadirkan disaat aku membutuhkan tempat curhat, disaat aku membutuhkan teman ngobrol disaat aku kesepian, disaat aku terpuruk aku ingin uluran tangan Sahabatku Santi.

Lalu.....dimanakah aku berada, disaat Santi dalam kesulitan....disaat dia sendiri....aku tak pernah tahu disaat Santi menghadapi masalah, nggak mungkin toh orang tidak mempunyai masalah dalam hidupnya, tapi mengapa aku tak pernah tahu.....bahkan aku pun tak punya catatan hari - hari istimewanya, sesal Tiara.



Santi......Maaf aku, betapa egoisnya aku selama ini. Aku telah salah memaknai sebuah persahabatan. Kau yang selalu membuat aku tersenyum disaat aku sedih, selalu saja ada tangan lembut  dan penuh kasih sayang yang menggandengku disaat aku terjatuh, terluka, kecewa. Disaat aku bahagia, Santi jauh lebih bahagia dari yang aku rasakan.....tak ada basa-basi yang tersirat di situ, semua terasa tulus yang diberikannya.

Oh Tuhan, mengapa setelah Santi pergi baru kusadari semuanya.....?
Maaf aku, sahabatku.... kalau boleh waktu ini berputar balik, akan aku perbaiki semuanya, sesal Tiara.


12 komentar:

  1. Baru berkunjung ke sini lagi sudh di sodorkan kata maaf, seharusnya kata sahabatku maafkan aku itulah yang terucap. he,, he,,he,,,,

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Indra K.... makasih kunjungannya

      Hapus
  2. Ini fiksi apa kisah nyata mbak?
    Persahabatan itu indah... jika ada saling memberi dan menerima, dengan ketulusan hati :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya Fiksi, Mbak Reni
      setuju sekali, mbak.... hanya ketulusan dan kasih sayang yg mempertahankan persahabatan

      Hapus
  3. sahabat emg segalanya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan sahabat kita belajar menerima perbedaan, belajar utk tulus, belajar menyayangi

      Hapus
  4. penyesalan adalah obta bagi penebus semua kekurangan yang pernah kita lakukan dimasa yang lalu terhadap sahabat sejati kita....semoga hikmah terbaik bagi admin dan sahabatnya....;o)

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kita semua dpt mengambil hikmahnya, ya mas

      Hapus
  5. sehabat emang best, disaat kita butuh mereka selalu ada, namun kadang keegoan bisa merubah sahabat menjadi lawan :( namun percayalah, itu hanya sebentar, dengan catatan salah satu harus minta maaf ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, Mbak Dewi..... makasih ya kunjungannya

      Hapus
  6. itulah, seandainya hidup bisa di-undo

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaa.... asyik juga ya kalau kita punya tombol undo ..^_^

      Hapus

Sobat ..... Terimakasih ya atas kunjungan dan sapaanya